Rabu, 04 Januari 2012
Kewirausahaan
Sabtu, 05 November 2011
KEWIRAUSAHAAN
Istilah kewirausahaan (enterpreneurship) berasal dari Perancis yang secara harfiah yang diterjemahkan sebagai “perantara”. Pada abad pertengahan istilah ini digunakan untuk menjelaskan orang-orang yang menangani proyek produksi skala besar. Adapun kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Kewirausahaan ( Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya (1). Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment. Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahaan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Wirausahawan
Wirausahawan menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang diperlukan. Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai "orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya. Sedangkan, Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang dan membuat keputusan. Persamaannya dari pengertian - pengertian tersebut yaitu wirausahawan memiliki dan mampu berpikir kreatif-imajinatif, melihat peluang dan membuat bisnis baru. Seorang wirausahawan adalah seorang manajer, tetapi melakukan kegiatan tambahan yang tidak dilakukan semua manajer. Manajer bekerja dalam hierarki manajemen yang lebih formal, dengan kewenangan dan tanggung jawab yang didefinisikan secara jelas sedangkan pengusaha menggunakan jaringan daripada dari kewenangan formal. Didalam kewirausahaan disepakati adanya tiga jenis perilaku yaitu
1. Memulai inisiatif
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi secara praktis
3. diterimanya resiko atau kegagalan
Inovasi adalah Kunci Penting
Wirausahawan revolusi industri menunjukkan kunci penting dalam membangun kepribadian adalah semangat inovasi. Mereka terlibat dalam pengembangan penemuan untuk tujuan komersil dan menerapkan penemuan ilmiah untuk tujuan produksi. Keberhasilan mereka membuktikan adanya nilai dari pengerjaan sesuatu yang baru dan berguna atau mengerjakan sesuatu yang lama dengan cara baru dan lebih baik. Di dalam usahanya, mereka menetapkan suatu nilai dasar yang harus diikuti oleh para wirausahawan bahwa inovasi harus merupakan karakteristik utama dari usaha-usaha kewirausahaan. Kreatifitas adalah hakikat dari tindakan-tindakan kewirausahaan.
Menurut McClelland, karakteristik wirausahawan adalah sebagai berikut:
- Adanya keinginan untuk berprestasi
- Adanya keinginan unutk bertanggung jawab
- Mempunyai preferensi kepada resiko-resiko menengah
- Mempunyai persepsi pada kemungkinan berhasil
- Memperhitungkan umpan balik dari apa-apa yang mereka kerjakan
- Mempunyai aktivitas energik
- Berorientasi ke masa depan
- Mempunyai ketrampilan dalam peorganisasian
- Sikap menomorduakan uang
Karakteristik wirausahawan sukses dengan n Ach tinggi adalah
- Mempunyai kemampuan inovatif
- Mempunyai toleransi yang tinggi terhadap kemenduaan
- Mempunyai keinginan untuk berprestasi
- Mempunyai kemampuan melakukan perencanaan relistis
- Mempunyai sifat kepemimpinan yang berorientasi kepada tujuan
- Mempunyai obyektivitas yang tinggi
- Memikul tanggung jawab pribadi
- Mempunyai kemampuan beradaptasi
- Mempunyai kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
McClelland mengemukakan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan untuk berprestasi, n Ach; kebutuhan berafiliasi, n Afill; dan kebutuhan untuk berkuasa, n Pow. Kebutuhan berafiliasi adalah kebutuhan untuk membentuk hubungan yang hangat dan bersahabat dengan orang lain keinginan untuk diterima dan disukai Kebutuhan untuk berkuasa menguraikan keinginan untuk mengendalikan cara-cara mempengaruhi orang lain, keinginan untuk mendominasi, untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran dari superioritas orang lain.
Kepuasan n Ach diperoleh dari kemampuan memecahkan persoalan sulit dengan kecerdasan sendiri
Kepuasan n Afill diperoleh dari meluruskan pertikaian dalam kelompok kerja atau membangun hubungan kerja sama dengan rekan sebaya
Kepuasan n Pow diperoleh dari keberhasilan didalam mendapatkan pengaruh dalam kelompok rekan sebaya melalui persuasi atau politik.
Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru adalah konsumen, perusahaan yang sudah ada, saluran distribusi, pemerintah, penelitian, dan pengembangan.
Selasa, 08 Maret 2011
Tugas 2 Etika Profesi
Tata tertib kehidupan di kampus yang berlaku umum untuk semua civitas academia adalah peraturan yang menjelaskan kedisiplinan dalam menjalankan kehidupan semua civitas academia apabila ada pelanggaran di dalam kedisiplinan tersebut maka akan di berikan sanksi. aturan tata tertib memang diperlukan di lingkungan kampus karena akan menciptakan kedisiplinan, ketertiban, dan keamanan disekitar lingkungan kampus
B. Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh nyata yang saudara amati dan solusi yang saudara tawarkan!
1.Merokok
2.Tawuran antar mahasiswa
3.Pelecehan seksual
4.Mencuri
5.Memakai pakaian semaunya
6.Membuat onar
7.Demonstrasi secara berlebihan
8.Narkoba
9.Menyontek saat ujian
10.Terlambat datang kuliah
C. Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh!
1. berpakaian yang pantas/ sesuai dan rapi setiap kali ke kampus
2. mengenakan sepatu setiap kali pergi ke kampus
3. datang tepat waktu ke ruangan kuliah
4. membuang sampah selalu pada tempatnya
5.Mengikuti kegiatan positif diantaranya: olahraga, organisasi, kesenian
6.Tidak merokok di kampus
7. memberikan kontribusi untuk perbaikan suasana akademik di lingkungan kampus
8. menyapa dosen yang mengajar di kelas saya
9. mengatur kembali bangku di kelas setelah kuliah selesai
10. mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan
D. Isilah checklist berikut dengan jujur!, jawablah dengan Ya atau tidak
No Pernyataan Ya Tidak
1. Saya selalu berpakaian yang pantas/ sesuai dan rapi setiap kali ke kampus (Ya)
2. Saya selalu mengenakan sepatu setiap kali pergi ke kampus (Ya)
3. Saya selalu datang tepat waktu ke ruangan kuliah (Tidak)
4. Saya merasa bersalah bila datang terlambat di kelas (Ya)
5. Saya kadang-kadang ngobrol dengan teman pada saat dosen mengajar (Tidak)
6. Saya selalu membuat catatan kuliah (Ya)
7. Saya menyapa dosen yang mengajar di kelas saya(Tidak)
8. Saya mengenal semua dosen yang mengajar saya (Ya)
9. Saya membuang sampah selalu pada tempatnya (ya)
10. Saya mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan (Tidak)
11. Saya mengatur kembali bangku di kelas setelah kuliah selesai (Ya)
12. Saya tidak merokok di dalam gedung/ ruangan (ya)
13. Saya di kampus pernah ditegur orang lain karena sikap/perilaku saya yang tidak patut (tidak)
14. Saya pernah menegur mahasiswa lain yang melakukan tindakan tidak pantas di kampus (Tidak)
15. Saya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh mahsiswa lain di kampus, sepenuhnya adalah tanggungjawab mereka (Tidak)
16. Saya percaya pada kemampuan sendiri (ya)
17. Saya pernah nyontek pada saat ujian (Ya)
18. Saya pernah melakukan plagiat terhadap karya orang lain (ya)
19. Saya memberikan kontribusi untuk perbaikan suasana akademik di lingkungan kampus (Ya)
20. Saya lebih senang bekerja sendiri daripada kerja kelompok(Tidak)